Peringkat Sinta

Universitas Narotama mendapat peringkat ke-9 versi Sinta

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 30 September 2019

Sudah 'Matang', Para Ahli Ingatkan Gempa Besar 'The Big One' Bisa Terjadi Dalam Waktu Dekat

DREAMERS.ID - Pernah menonton atau mengetahui film Hollywood anyar ‘San Andreas’ yang dibintangi oleh Dwayne ‘The Rock’ Johnson? Film menegangkan itu memperlihatkan bagaimana dahsyatnya bencana gempa bumi yang mengakibatkan tsunami besar.
Namun ternyata itu bukan hanya film semata namun memang benar adanya, mulai dari lokasi, kondisi sampai prediksi mengenai gempa besar. Karena California adalah satu titik panas hotspot untuk aktivitas seismik.
Para ahli pun, melansir Liputan6, telah memperingatkan kemunculan gempa besar atau yang biasa disebut ‘The Big One’ dalam beebrapa waktu dekat. Diperkirakan jika gempa besar itu menyerang, kekuatannya mampu menghancurkan Golden State pada kekuatan 7.8 skala richter.

Hal ini bisa terjadi karena California berada di atas lempeng tektonik Amerika Utara dan Pasifik, termasuk patahan San Andreas yang melintasinya. Sebenarnya sesar ini bergerak dengan kecepatan yang sangat lambat, hanya sekitar 2 milimeter per tahunnya.
Namun tekanannya telah terbentuk selama berabad-abad yang suatu hari hari akan melepaskan gempa besar. Menurut permodelan dari USGS, gempa 7.8 SR di sepanjang California bisa menyebabkan sekitar 1.800 kematian dan kerugian ekonomi USD 213 miliar.
Kini, Eric Last, seorang ahli geologi di University of California Davis memperingatkan jika tidak akan ada peringatan tentang ‘The Big One’. Dan mereka menyebut, bisa saja terjadi besok. "Di suatu tempat di sepanjang garis (lempeng), kita akan mengalami gempa California yang cukup besar dan cukup dekat dengan daerah padat penduduk, untuk menyebabkan kerusakan besar dan hilangnya nyawa." Tulis Eric Last.

Dr Thomas Rockwell, seorang profesor geologi dan paleoseismolog San Diego State University, mengatakan kepada KPBS News yang dikutip dari Express, Rabu (25/9/2019): "Saya yakin Anda telah mendengar tentang sesar San Andreas yang tertahan karena gempa bumi. Dari penanggalan gempa bumi pada masa lalu, kita tahu bahwa interval berulang rata-rata sekitar 180 tahun."
"Sekarang sudah 380 tahun sejak gempa besar terakhir. Ini memunculkan dugaan bahwa mungkin kita sudah melewati gempa-gempa kecil. Bagaimanapun juga, sangat jelas bahwa San Andreas selatan 'sudah matang' untuk gempa bumi besar, dan pertanyaannya adalah; mengapa itu tidak terjadi?" imbuhnya.
Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah karena tidak ada cara bagi ahli geologi untuk memprediksi apakah patahan tersebut akan menjadi sumber gempa super dahsyat berikutnya. Memang ada data paleoseismik, namun data tersebut tidak bisa digunakan untuk membuat prediksi.
Bahkan USGS pun tidak memahami gempa bumi dengan cukup baik untuk mengetahui dengan tepat di mana gempa bumi berikutnya akan terjadi, berapa besarnya, atau kapan tepatnya akan mengguncang.
Alasan lain mengapa California sangat rawan gempa adalah karena negara bagian ini berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Ring of Fire adalah garis patahan terbesar dan paling aktif di dunia, membentang dari Selandia Baru, sekitar pantai timur Asia, ke Kanada dan Amerika Serikat dan terus ke ujung selatan Amerika Selatan.
Perlu diketahui jika jalur ini menyebabkan lebih dari 90% dari gempa bumi dunia. Lempeng-lempeng tersebutlah yang  membentuk Cincin Api Pasifik yang begitu besar. Bahkan pergerakan atau pergeseran yang mampu menghasilkan getaran luar biasa, aktivitas gunung berapi hingga tsunami.

Sumber : dreamers.id

Tim FIK UNNAR Presentasikan 8 Paper di ISEMANTIC 2019, Semarang

Tim Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Narotama (UNNAR) yang terdiri dari 10 dosen dan 6 mahasiswa mempresentasikan 8 paper di ISEMANTIC (International Seminar on Application for Technology of Information and Communication) 2019 yang diselenggrakan pada 21-22 September 2019 di kampus Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Semarang. Kegiatan ini mengambil topik “Industry 4.0: Retrospect, Prospect, and Challenges”. 
Tim FIK UNNAR menjadi kontingen terbanyak dalam ISEMANTIC 2019 ini. 10 dosen yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut adalah Agustinus Bimo Gumelar, Immah Inayati, Tresna Maulana, Natalia D, Lukman Junaedi, Cahyo Darujati, Agung Widodo, Aryo Nugroho, Maulana Rizki, dan M Noor Azam. 
ISEMANTIC secara rutin dihelat oleh UDINUS bekerja sama dengan IEEE Region 10 Section Indonesia. ISEMANTIC 2019 merupakan rangkaian IEEE International Conference Series. IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah organisasi internasional, beranggotakan para insinyur, dengan tujuan untuk pengembangan teknologi untuk meningkatkan harkat kemanusiaan. 
Para keynote speaker terdiri dari Dr. Jumain Appe (Director General for Innovation Enhancement, Ministry of Research, Technology and Higher Education Republic of Indonesia), Dean Sharafi (IEEE Power Energy Society, Australian Energy Market Operator (AEMO) Curtin University, Dr. Takashi Hiyama (Distinguished Professor, Priority Organization for Innovation and Excellence, Kumamoto University, Japan), dan Mr. Ono Noriyuki (Mitsubishi Electric). [ryo] 



Foto: Tim FIK UNNAR yang mempresentasikan 8 paper di ISEMANTIC 2019 di kampus UDINUS Semarang pada 21-22 September 2019. 

Jumat, 20 September 2019

Mahasiswa Fasilkom tampil sebagai pemakalah dalam SENASIF3

Mahasiswa Fasilkom atas nama Fahri Husain dan Prasetyo Adi Utomo tampil sebagai pemakalah dalam SENASIF3 (Seminar Nasional Sistem Informasi 3) 2019 di Universitas Merdeka Malang. Tampilnya dua mahasiswa sebagai author pertama, ini didampingi oleh Ibu Awaludiyah Ambarwati. Kedua tulisan ini merupakan bagian dari Tugas Akhir yang didorong untuk publikasi dengan pembimbing utama adalah Bapak Lukman Junaedi dan Bapak Ferial Hendarta. Kedua mahasiswa ini berfoto bersama di depan backdrop acara yang dilangsungkan hari ini di Malang.
Topik yang ditulis dalam publikasi ini adalah Analisis Resiko Aset Teknologi Informasi (Fahri Husaini) dan Perancangan Katalog Layanan (Prasetyo Adi Utomo)

Dosen Fasilkom, Bapak Agung Widodo mengikuti 2nd Annual Meeting of RJI Crossref

Pada tanggal 18 September 2019, atas prakarsa sendiri, dosen Fasilkom, Bapak Agung Widodo mengikuti 2nd Annual Meeting of RJI Crossref Sponsored Organization. Acara ini berlangsung di Sumedang, Jawa Barat dilaksanakan oleh RJI (Relawan Jurnal Indonesia) yang bertindak sebagai sponsor Crossref selaku  jaringan penerbit jurnal dan DOI (Digital Object Identifier). Dalam acara ini dibahas dan dipraktekkan cara memberikan DOI bagi semua tulisan pada suatu jurnal secara tepat. Sejak 2018 beberapa jurnal di lingkungan Fasilkom telah aktif memiliki DOI pada setiap tulisan yang ada. Dengan adanya DOI akan memudahkan mengidentifikasi suatu tulisan dan memudahkan untuk dilakukan citasi. Harapannya ilmu yang telah didapatkan akan bermanfaat bagi pengembangan jurnal ke depan.

Tuna Rungu Tak Halangi Firdaus Raih Sarjana



suarasurabaya.net - Firdaus Hassan yang sejak kecil mengalami gangguan pendengaran atau tuna rungu, membuktikan bahwa keterbatasan seharusnya tidak membuat seseorang tidak berprestasi dan tidak mampu meraih gelar sarjana.

Firdaus yang berhasil menjadi sarjana pada Fakultas Ilmu Komputer tersebut ternyata tidak pernah mengenyam pendidikan khusus atau bersekolah di Sekolah Luar Biasa. Firdaus justru selalu bersekolah di sekolah umum atau sekolah reguler.

Dengan keterbatasannya itu, Firdaus berusaha bisa memahami pembelajaran dengan baik. Perjuangan Firdaus berlanjut memasuki bangku kuliah di Program Studi Teknik Informatika Universitas Narotama hingga tuntas dengan meraih gelar sarjana dan dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada akhir September 2019 nanti.

Firdaus yang lahir pada 24 Februari 1996 itu menyampaikan bahwa semua perjuangannya adalah untuk membahagiakan kedua orangtuanya. Ayah Firdaus bekerja sebagai guru MI dan ibunya sehari-hari berjualan makanan.

Dari kedua orangtuanya itu pula, Firdaus belajar untuk tidak mudah menyerah. "Orangtua selalu mendorong saya untuk terus belajar. Jangan sampai kondisi ini membuat saya merasa terbatas," terang Firdaus.

Suatu kali Firdaus sempat menggunakan alat bantu pendengaran untuk mempermudah aktivitas dan pergaulan serta kesehariannya. Namun karena keterbatasan biaya, Firdaus berhenti menggunakan alat bantu pendengaran sejak semester 2 perkuliahan.

Dan Firdaus pun harus belajar dan berusaha keras agar berhasil lulus dan menyelesaikan kuliahnya. "Saya banyak membaca dan perlahan-lahan mencoba memahami materi yang diajarkan. Ibu Natalia Damastuti (dosen pembimbing skripsinya) juga sangat membantu dalam proses pengerjaan skripsi," tambah Firdaus.

Dalam skripsinya, Firdaus memilih judul: Klasterisasi Kapal dengan Menggunakan Metode K-means untuk Deteksi Keragaman Kapal. "Saya mengerjakannya menggunakan bantuan Google Earth dengan output berupa bobot dan warna kapal di Indonesia," papar Firdaus.

Penggemar fotografi dan videografi ini berharap dapat melanjutkan kegemarannya tersebut menjadi profesi yang dapat menghasilkan uang. "Untuk bantu-bantu orang tua," kata Firdaus sambil tersenyum.

Firdaus berharap keterbatasan seperti yang dialaminya tidak menjadi alasan bagi orang lain untuk tidak dapat menempuh pendidikan setinggi mungkin. "Saya tidak bisa memberikan tips apa-apa karena selama ini saya punya semangat dan tidak mudah menyerah. Sisanya adalah kekuatan dari orangtua," pungkas Firdaus, Kamis (20/9/2019).(tok/rst)

Mahasiswa Fasilkom mengikuti Wokshop Game yang diselenggarakan oleh Gameloft di PENS


Mahasiswa Fasilkom khususnya dari prodi Sistem Komputer dengan konsentrasi Game pada perkuliahan menggambar 2d, storyboard game, game 3d dan workshop game mengikuti Wokshop Game yang diselenggarakan oleh Gameloft di PENS hari ini. Dalam acara ini Gameloft yang telah bekerjasama dengan kita menyediakan seat khusus bagi mahasiswa dari Universitas Narotama. Nampak dalam foto sebagian peserta acara ini. Selain workshop bagi peserta yang dianggap layak akan mendapatkan kesempatan dalam rekrutmen di perusahaan tsb. Gameloft adalah perusahaan game developer multinasional yang berpusat di Perancis. Perusahaan ini memiliki cabang di Indonesia dengan nama PT. Gameloft Indonesia yang berkantor di Yogyakarta dgn 500 karyawannya. Berbagai game karya anak bangsa telah dimainkan di seluruh dunia misal, March of Empire, Asphalt Legends dll Diharapkan pola perkuliahan berinteraksi langsung dengan industri ini akan membuka wawasan dan memacu semangat mahasiswa dalam perkuliahan. Kegiatan ini dibimbing oleh Bpk. Maulana Rizki

Kamis, 19 September 2019

Pembagian Kelompok BPV / VPL Kelas A 2019

Silahkan komentar dengan menyebutkan Nama Kelompok, tool yang dipergunakan, serta output Bahasa Pemrograman Visual apa yang akan dikerjakan.

Bahasa Pemrograman Visual yang dipergunakan bisa dari katagori edukasi, multimedia, video game maupun simulasi.